Senin, 26 Februari 2018

Cinta Ribuan Pilu

Demi waktu yang tak akan berhenti berputar,
kusampaikan pengakuan atas cinta yang sesungguhnya tiada berdosa. 
Atas rindu yang liar dan semakin hari semakin menggila,
Atas hati yang sesungguhnya tiada pernah menyuarakan rasanya,
Atas benci sebagai tameng akan rasa cinta yang sesungguhnya,
Atas segalanya..
Kukatakan…
Aku benci jatuh hati terhadapmu,
Aku benci harus membenci dirimu,
Beri tau bagaimana aku harus mengatakannya?
Kau pun takkan mengerti apa-apa.
Bersamamu seolah hancur,
Tanpamu pun lebur.
Melupakanmu adalah siksa,
Menantimu layaknya derita.
Lihatlah..
Betapa sia-sianya pengorbanan yang sungguh tiada tara,
Betapa kecewanya waktu terhadap jutaan detik yang terbuang, 
hanya untuk saling melupakan?
Kini jarak pun tak mau lagi akur
Terlampau curam jurang terbentang di antara kita.
Bisakah kau jelaskan padaku,
Rasa siapa yang lebih dulu mengabur?
Siapa yang lebih dulu beranjak mundur?

Kumohon, beri satu kepastian perihal kapan kau akan jawab segala gundahku?
Butuh berapa banyak waktu?
Seribu musim ?
Atau lebih dari itu.
Temui saja aku jika kau sudah mampu.
Mampu tuk hapus ribuan pilu dan rindu
yang kau ciptakan sendiri dengan tanganmu.


5 komentar: